
Serangan udara yang diduga dilakukan oleh jet tempur Angkatan Udara menghantam sebuah hanggar yang berisi kendaraan lapis baja dan pasukan musuh di desa Tyotkino, wilayah Kursk. Menurut informasi yang dipublikasikan oleh kanal Telegram “soniah_hub”, serangan tersebut dilakukan oleh jet tempur multiguna MiG-29, yang menjatuhkan bom presisi GBU-62 JDAM-ER ke target.
Menurut intelijen, pasukan Rusia telah memindahkan kendaraan lapis baja ke hanggar tersebut pada malam hari, yang kemudian menjadi alasan serangan. Gambar yang dipublikasikan menunjukkan bahwa pemboman tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur dan peralatan militer di lokasi.
+ Video: Ukraina Hancurkan Sistem Radar Rusia Senilai $60 Juta dalam Serangan Presisi
Kemajuan Rusia Meningkatkan Tekanan terhadap Pasukan Ukraina di Kursk
Sementara serangan udara terus terjadi di wilayah tersebut, pasukan Rusia secara bertahap maju dan mengurangi kehadiran Ukraina di utara Kursk. Setelah beberapa hari aktivitas militer yang intens, laporan menunjukkan bahwa pasukan Rusia semakin mengkonsolidasikan posisi mereka di wilayah tersebut, mendorong pasukan Ukraina keluar dari area tersebut.
Aviation continues to operate in all directions, with a #MiG29 crew destroying a hangar containing enemy equipment and a handful of #Yobliks. pic.twitter.com/bLh7gFJ4BN
— VBR news / STD (@VerborumO) March 10, 2025
JDAM-ER: Teknologi Presisi di Medan Perang
JDAM-ER (Joint Direct Attack Munition – Extended Range) adalah perangkat panduan yang mengubah bom konvensional menjadi senjata presisi berpemandu GPS dan sistem inersia. Dikembangkan bersama oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat, sistem ini memungkinkan bom dengan berat antara 500 hingga 2.000 pon (230 hingga 910 kg) untuk mengenai target dengan presisi tinggi dalam segala kondisi cuaca, dengan jangkauan hingga 28 km.
Penggunaan jenis persenjataan ini menegaskan ketergantungan yang semakin besar pada amunisi pintar di medan perang, memungkinkan serangan strategis terhadap target spesifik dan mengurangi risiko kesalahan operasional.

Sumber dan gambar: mil.in.ua / defence-blog.com / Telegram @UkrAirForce @soniah_hub. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
